Selamat Datang di Web Diwira Travel dapatkan update promo terbaru dengan invite pin kami : 7FB25D41 / 27ADC94F dan add juga channel resmi kami di line @diwira_travel_bali

Pages

Indahnya Panorama Desa Jatiluwih

Jatiluwih
Desa Jatiluwih merupakan sebuah desa di  kaki Gunung Batukaru, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan – Bali. Tempat ini terkenal dengan wisata alam padi rice terrace dengan suasana yang sejuk karena terletak di ketinggian 700 meter dari permukaan laut. Desa Jatiluwih dapat ditempuh kurang lebih 30 menit dari kota Tabanan atau sekitar 1,5 jam dari kota Denpasar dengan berkendara. Tempat ini menyajikan keindahan sawah yang berundak-undak terutama jika dinikmati di sore hari sambil menyaksikan sunset.

Sejarah Desa Jatiluwih

Menurut sejarah, nama Desa Jatiluwih dulunya bernama Desa Girikusuma. Pergantian nama tersebut terjadi pada masa pemerintahan raja Dalem Waturenggong (1460 – 1552). Pada masa itu di desa Girikusuma terdapat seorang tokoh agama yang bernama  Ida Bagus Angker yang melakukan meditasi dan mediksa (menjadi pendeta). Setelah beliau menjadi pendeta desa tersebut kemudian berganti nama menjadi desa Jatiluwih. Pada tempat di mana beliau bermeditasi, kemudian dibangun sebuah tempat pemujaan yang disebut Pura Gunung Sari. Pura tersebut didirikan oleh Ida Bagus Angker bersama dengan seorang abiseka Ida Bhagawan Rsi Canggu pada sekitar abad ke-16. Pada bagian halaman dalam Pura Gunung Sari terdapat bangunan suci padmasana yang berfungsi untuk memuja Tuhan dalam manifestasi terhadap Dewa Siwa pada aspek Mahadewa yang ber-sthana di Gunung Batukaru atau Penguasa Mandala Barat. Sehingga pemujaan tersebut dilakukan agar mendapatkan anugerah khusus yang diharapkan yaitu kesuburan, kemakmuran, dan keselamatan dalam bidang pertanian.
Sawah di Desa Jatiluwih menggunakan system pengairan subak yaitu system pengairan atau irigasi tradisional Bali yang berorientasi masyarakat. Dan setiap subak memiliki organisasi sendiri-sendiri dengan ketua yang disebut Pekaseh, serta memiliki pura tempat memuja dewi kemakmuran atau dewi kesuburan. Keunikan sawah bertingkat di Jatiluwih ini mencuri perhatian UNESCO dan dinominasikan masuk daftar UNESCO World Heritage sebagai warisan budaya dunia.
Pembagian air pun diatur sesuai jauh dekatnya persawahan dengan sumber mata air. Lebih mendahulukan areal persawahan yang jauh, menandakan ada kesetaraan dan keadilan dalam sistem subak. Struktur yang sedemikian rupa bercampur dengan nilai sosial kegotong-royongan masyarakat membentuk harmonisasi yang ham¬pir menyentuh kesempurnaan. Tercipta dari tangan–tangan manusia dari abad ke-14 yang dipertahankan hingga saat ini.
Jadi jangan lewatkan kesempatan untuk mengunjungi objek wisata Desa Jatiluwih selama anda berlibur di Bali. Jika anda butuh bantuan untuk melakukan perjalanan tour, Diwira Tour & Travel senantiasa akan membantu keperluan tour anda selama di Bali.


Jam Pelayanan :

Senin - Jumat : 09.00 - 17.00 Wita

Sabtu : 09.00 - 15.00 Wita

Tour Reservation

Reservation