Selamat Datang di Web Diwira Travel dapatkan update promo terbaru dengan invite pin kami : 7FB25D41 / 27ADC94F dan add juga channel resmi kami di line @diwira_travel_bali

Pages

Desa Tenganan Bali - Gambaran Eksistensi Tradisi Kuno Bali

Desa Tenganan Bali
Desa Tenganan merupakan salah satu desa tradisional yang terletak di Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem. Objek wisata Desa Tenganan ini bisa dicapai dengan berkendara kurang lebih 10 menit dari objek wisata Candidasa. Desa Tenganan merupakan salah satu desa yang masih mempertahankan pola hidup yang tata masyarakatnya mengacu pada aturan tradisional adat desa yang diwariskan nenek moyang meraka yang disebut dengan Desa Bali Aga. Penduduk Bali Aga adalah orang-orang Bali asli yang pertama menghuni Bali. Masyarakatnya sangat memegang adat dan tradisi. Menurut seorang pemuka desa di Tenganan, penduduk Tenganan,  khususnya yang perempuan, tidak diizinkan untuk menikah dengan orang di luar penduduk Bali Aga.

Sejarah Desa Tenganan

Menurut catatan sejarah, masyarakat Desa Tenganan sebenarnya berasal dari Desa Peneges, Gianyar, yang dulunya disebut dengan Desa Bedahulu. Menurut cerita rakyat, pada jaman dahulu Raja yang berkuasa di Bedahulu kehilangan seekor kuda putih kesayangannya, sehingga diperintahkanlah untuk menemukan kuda tersebut. Suatu ketika kuda tersebut akhirnya ditemukan, namun sayang kuda tersebut ditemukan dalam keadaan sudah mati. Raja bersedih, namun beliau tetap menghargai hasil kerja keras penemu tersebut yang bernama Ki Patih Tunjung Biru. Sebagai hadiah, beliau diberikan tanah seluas sejauh bau bangkai kuda tersebut masih tercium. Oleh Ki Patih Tunjung Biru, bangkai kuda tersebut dipotong-potong dan disebar di beberapa bagian bukit dan pantai disekitar Tenganan, sehingga bau bangkai tersebut tercium dalam cakupan wilayah yang luas meliputi wilayah pantai Candidasa, sampai ke Bukit Barat (Bukit Kauh) dan Bukit Timur (Bukit Kangin).
Bentuk dan pengaturan tata letak bangunan di Desa Tenganan masih mengikuti aturan adat turun temurun yang masih dipertahankan hingga sekarang. Selain bentuk bangunan yang masih orisinil tradisional, Tenganan juga terkenal dengan wisata upacara adat yang dikenal dengan nama Perang Pandan. Kalau anda ingin mengunjungi Desa Tenganan, sangat disarankan untuk berkunjung pada bulan Juni atau Juli. Di bulan-bulain ini, Desa Tenganan sedang ramai mengadakan Perang Pandan. Saat Perang Pandan, para pemuda desa akan menggelar pertarungan persahabatan dengan seikat pandan sebagai senjata. Tentu Perang Pandan ini akan jadi tontonan yang menarik.

Jadi jangan lewatkan kesempatan untuk mengunjungi objek wisata Desa Tenganan selama anda berlibur di Bali. Jika anda butuh bantuan untuk melakukan perjalanan tour, Diwira Tour & Travel senantiasa akan membantu keperluan tour anda selama di Bali.


Jam Pelayanan :

Senin - Jumat : 09.00 - 17.00 Wita

Sabtu : 09.00 - 15.00 Wita

Tour Reservation

Reservation