Selamat Datang di Web Diwira Travel dapatkan update promo terbaru dengan invite pin kami : 7FB25D41 / 27ADC94F dan add juga channel resmi kami di line @diwira_travel_bali

Pages

Taman Ujung Karangasem : Istana Warisan Kerajaan Karangasem

Taman Soekasada Ujung

Taman Ujung Objek Wisata Peninggalan Kerajaan Karangasem

Taman Ujung atau Taman Seokasada Karangasem terletak di Desa Tumbu Kecamatan Karangasem, Kabupeten Karangasem, sekitar 85 Km dari Kota Denpasar. Taman Ujung yang merupakan istana peninggalan Kerajaan Karangasem ini memadukan arsitektur tradisional Bali dan Eropa. Kompleks Taman Ujung ini memiliki 3 kolam besar yang dihubungkan oleh jembatan. Letaknya tak jauh dari pantai dan berada pada ketinggian, sehingga jika kita berada di sana, kita bisa memandang leluasa laut yang biru di bawah langit luas membentang. Di sisi lain kita juga bisa memandang kemegahan Gunung Agung yang permai. Sungguh pemandangan alam yang luarbiasa indah.

Sejarah Istana Taman Ujung atau Taman Soekasada

Menurut sejarahnya, istana Taman Ujung ini dibangun pada tahun 1919 oleh raja Karangasem terakhir yang bernama I Gusti Bagus Djelantik yang bergelar Anak Agung Anglurah Ketut Karangasem, yang memerintah dari tahun 1909 – 1945.
Kerajaan Karangasem sebenarnya telah dihapuskan pada tahun 1908 oleh Belanda dan dirubah menjadi Gauverments Lanschap Karangasem dengan pimpinan seorang Stedehouder/ Regent yang bernama I Gusti Bagus Djelantik (Anak angkat Raja Ida Anak Agung Gde Djelantik). Beliau dianugerahi gelar oleh Belanda sebagai Ida Anak Agung Agung Anglurah Ketut Karangasem pada tahun 1928. Walaupun Belanda mengurangi dan terus mengurangi kekuasaan I Gusti Bagus Djelantik, namun secara umum rakyat Bali tetap memahami beliau sebagai Raja Karangasem, hingga kerajaan ini benar-benar terhapus dengan masuknya penjajahan Jepang. Beliau pula yang dikagumi sebagai seorang yang memiliki selera seni tinggi dan salah satu karya beliau adalah Taman Ujung ini. Tentu saja beliau melibatkan juga arsitek yang handal baik arsitek tradisional dari Bali, maupun arsitek dari Belanda dan China. Sehingga tidak heran, arsitektur taman ini memang bergaya campuran.
Taman ini pernah mengalami kerusakan pada tahun 1963 akibat letusan Gunung Agung dan gempa bumi yang terjadi di tahun 1979. Pada akhir tahun 1994 pemerintah melalui dinas kebudayaannya mulai melakukan inventaris mengenai kerusakan Taman Ujung ini dan dilanjutkan dengan melakukan perbaikan-perbaikan. Pada tahun 1999, Bank Dunia memberikan bantuan dengan melakukan studi konservasi yang dilakukan oleh Culture Heritage Conservation. Akhirnya pada tahun 2002, Bank Dunia memberikan bantuan dana untuk merekonstruksi Taman Ujung yang segera dipergunakan untuk memperbaiki pagar, gerbang, dan kolam. Pada tahun 2003, perbaikan dilanjutkan pada Bale Warak, Bale Gili, Bale Kambang, Bale Lanjuk, Bale Kapal, dan bangunan-bangunan lainnya. Proyek konservasi ini selesai seleruhnya pada bulan Mei 2004 dengan perkiraan biaya yang dihabiskan sekitar 10 milyar rupiah. Dan diresmikan pada tanggal 7 Juli 2004 oleh Gubernur Bali pada saat itu sebagai objek wisata melalui upacara adat Bali “melaspas”.

Jadi jangan lewatkan kesempatan untuk mengunjungi objek wisata Taman Ujung selama anda berlibur di Bali. Jika anda butuh bantuan untuk melakukan perjalanan tour, Diwira Tour & Travel senantiasa akan membantu keperluan tour anda selama di Bali.


Jam Pelayanan :

Senin - Jumat : 09.00 - 17.00 Wita

Sabtu : 09.00 - 15.00 Wita

Tour Reservation

Reservation