Selamat Datang di Web Diwira Travel dapatkan update promo terbaru dengan invite pin kami : 7FB25D41 / 27ADC94F dan add juga channel resmi kami di line @diwira_travel_bali

Pages

Museum Bali Sebagai Objek Wisata Pendidikan

Museum Bali
Museum Bali terletak dipusat kota Denpasar, tepatnya di sebelah timur lapangan Puputan Badung, bersebelahan dengan Pura Agung Jagat Natha. Dimana Museum Bali merupakan salah satu bangunan gedung tua di Bali  .

Museum Bali di Denpasar ini mulai dibangun pada tahun 1931, memiliki arsitektur unik dimana eksterior dinding, halaman, dan gerbang dirancang dengan gaya khas pura dan puri / kerajaan di Bali. Ada tiga anjungan di kompleks Museum Bali.Tiga Paviliun di tempat ini dimana mewakili berbagai wilayah kabupaten di Bali.

Museum Bali berbentuk bangun memanjang dari utara ke selatan ,terbagi menjadi dua bagian. Dimana bagian utara merupakan komplek bangunan lama yang terdiri tiga gedung utama yaitu gedung Tabanan, gedung Karangasem dan Gedung Buleleng. Fungsinya adalah untuk pameran tetap. Bagian selatan merupakan komplek banguna baru yang dibangun tahun 1969. Di komplek bangunan baru ini terdapat gedung perpustakaan, dan gedung pameran sementara. Komplek bangunan baru berfungsi untuk administrasi dan penyelenggaraan pameran sementara yang diselenggarakan oleh Museum Bali atau pihak lain.Pementasan kesenian dilakukan di komplek bangunan baru di bagian selatan.

Sejarah Museum Bali

Sejarah pembangunan Museum Bali berawal pada tahun 1910, dimana  kapal Belanda KPM berlabuh dan menurunkan turis ke pulau Bali, sehingga Bali mulai dikenal di luar negeri. dan mulai kedatangan banyak turis dimana banyak dari turis tersebut pulang membawa barang sejarah dan prasejarah untuk diboyong ke negara nya .Itulah yang menjadi dasar Mr. WFJ Kroon, Asistant Resident Bali dan Lombok untuk membuat museum dalam menjaga keberadaan barang sejarah Bali.

Bangunan Museum Bali merupakan perpaduan antara arsitektur pura dan puri . Arsiteknya adalah I Gusti Gede Ketut Kandel , I Gusti Ketut Rai , dan Curt Grundler dari Jerman. Sedangkan dana pembangunan gedung museum Bali diberikan  oleh raja Buleleng, Tabanan, Badung dan Karangasem.Pada tahun 1932 bangunan Museum Bali ini dibuka untuk umum.

Didalam Museum Bali ini pengunjung dapat melihat sejumlah benda peninggalan sejarah tentang hubugan dagang Raja-raja Bali dengan kolonial belanda. senjata tradisional,  senjata api sederhana dan lain lain. Dimana senjata-senjata itu juga dipakai oleh masyarakat bali dalam melawan penjajahan kolonial Belanda. Selain benda-benda peninggalan sejarah, dalam museum Bali juga dapat melihat benda-benda kebudayaan Bali yang terancam punah. Seperti alat tenun tradisional yang terbuat dari kayu.

Museum Bali terdiri tiga gedung yaitu Gedung Tabanan, Gedung Karangasem dan Gedung Buleleng berdasarkan konsep Tri Mandala yaitu nista mandala , madya mandala , dan utama mandala .Di museum bali kita dapat melihat  peninggalan sejarah dan etnografi  sejak masa prasejarah sampai masa modern ,di tiga buah gedung itulah tempat penyimpanan barang-barang kesenian, barang etnografis, naskah-naskah kuno (prasasti), keramik, patung porselin, alat-alat rumah tangga, alat pertanian, senjata, alat-alat upacara, lukisan, wayang kulit dan lain lain.Gedung-gedung baru di bagian selatan yang dibangun pada tahun 1969 merupakan pengembangan fasilitas gedung museum Bali.

Jadi jangan lewatkan kesempatan untuk mengunjungi objek wisata Museum Bali selama anda berlibur di Bali. Jika anda butuh bantuan untuk melakukan perjalanan tour, Diwira Tour & Travel senantiasa akan membantu keperluan tour anda selama di Bali.


Jam Pelayanan :

Senin - Jumat : 09.00 - 17.00 Wita

Sabtu : 09.00 - 15.00 Wita

Tour Reservation

Reservation