Selamat Datang di Web Diwira Travel dapatkan update promo terbaru dengan invite pin kami : 7FB25D41 / 27ADC94F dan add juga channel resmi kami di line @diwira_travel_bali

Pages

Meriahnya Pawai Ogoh-ogoh di Bali

Ogoh-ogoh Bali
Nyepi merupakan perayaan pergantian tahun dalam kalender bali “Icaka” yang dilakukan oleh Umat Hindu di Bali. Dimana pada hari tersebut seluruh umat Hindu menghentikan seluruh aktifitasnya, dan melakukan “berata" atau puasa. Seluruh aktifitas baik perkantoran, perusahaan, pemerintahaan dan pelayanan umum termasuk bandara ditutup, namun untuk pelayanan rumah sakit tetap buka. Makna hari raya nyepi adalah untuk memohon kehadapan Tuhan Yang Maha Esa untuk menyucikan alam microcosmos atau alam manusia, dan alam macrocosmos atau alam semesta.
Dalam perayaannya, terdapat rangkaian kegiatan upacara yang diawali dengan upacara melasti atau mekiis dan dilakukan tiga atau dua hari sebelum Nyepi yang bertujuan untuk menyucikan diri sendiri dari perbuatan jahat di masa lalu dan membuangnya ke laut. Selain itu dalam rangkaian kegiatan melasti juga dilakukan pembersihan dan penyucian terhadap benda sakral dari pura-pura (pralingga atau pretima) dan segala perlengkapannya dengan melakukan pembersihan ke laut atau mata air lainnya yang disucikan.
Sehari sebelum perayaan Nyepi tepatnya pada tilem kesanga (bulan ke-9 dalam kalender Icaka) dilakukan upacara Pecaruan atau Buta Yadnya. Tujuan dilaksanakannya upacara ini adalah untuk momohon agar para buta kala tidak mengganggu umat yang akan melaksanakan berata penyepian dengan memberikan aneka sesajen berupa nasi manca warna, ayam berumbun (ayam warna-warni) dan tetabuhan berupa arak atau tuak. Diharapkan dengan melaksanakan upacara ini segala leteh atau kotor akan hilang atau sirna.
Rangkaian upacara ini ditutup dengan melakukan pawai ogoh-ogoh yang merupakan symbol perwujudan bhuta kala, yang diwujudkan berupa patung yang besar dan menakutkan yang biasanya dalam wujud raksasa. Ogoh-ogoh ini diarak dengan mengelilingi desa dan kemudian dibakar. Tujuannya yaitu untuk mengusir bhuta kala dari lingkungan desa yang dikelilingi tersebut. Dalam pelaksanaanya pawai ogoh-ogoh ini ada yang dilombakan, sehingga bentuk ogoh-ogoh pun beragam dengan berbagai sentuhan seni sehingga menarik untuk dilihat. Sehingga kesan ogoh-ogoh tidak lagi seram, namun malah menjadi daya tarik untuk dinikmati. Para seniman mengejawantahkan rupa ogoh-ogoh ini dalam bentuk yang menyerupai orang-orang terkenal seperti took-tokoh politik, artis, kartun dan lain sebagainya. Walaupun hal ini menyimpang dari ogoh-ogoh itu sendiri, namun hal ini merupakan kreatifias umat Hindu dalam mempertahankan eksistensi ogoh-ogoh itu sendiri.

Jam Pelayanan :

Senin - Jumat : 09.00 - 17.00 Wita

Sabtu : 09.00 - 15.00 Wita

Tour Reservation

Reservation