Selamat Datang di Web Diwira Travel dapatkan update promo terbaru dengan invite pin kami : 7FB25D41 / 27ADC94F dan add juga channel resmi kami di line @diwira_travel_bali

Pages

Prosesi Upacara Ngaben di Bali

Upacara Ngaben
Ngaben adalah ritual upacara pembakaran mayat yang dilakukan oleh Umat Hindu di Bali. Upacara ini dilakukan untuk menyucikan roh orang yang telah meninggal agar mendapatkan tempat yang layak di surga, dan diharapkan nantinya dimudahkan bereinkarnasi kembali. Upacara ngaben tidak serta merta dilakukan saat orang tersebut meninggal dunia, tetapi bagi keluarga yang mampu mungkin dapat melakukan upacara ngaben dengan segera, tetapi bagi yang kurang mampu mereka memilih menguburkannya dulu dan baru melaksanakan ngaben di kemudian hari jika dirasa mereka sudah mampu untuk melaksanakannya. Disamping itu bagi orang yang meninggal dengan cara yang tidak wajar seperti bunuh diri, biasanya akan dikuburkan terlebih dahulu dan mereka akan menunggu sampai kurang lebih 3 tahun baru mereka akan melaksanakan upacara ngaben. Menurut beberapa kepercayaan Hindu orang yang matinya dengan tidak wajar rohnya diwajibkan untuk “ngayah” di Pura Dalem terlebih dahulu, untuk melakukan penebusan dosa. Sehingga diharapkan setelah melewati masa tersebut roh tersebut sudah siap untuk bereinkarnasi.
Saat ini upacara ngaben sudah mulai dilakukan secara masal, sehingga dapat mengurangi biaya yang harus dikeluarkan, dan biasanya mereka menguburkan dulu jasad orang yang meninggal sampai adanya rencana untuk melaksanakan ngaben masal. Ngaben masal ini biasanya dilakukan oleh masing-masing klan yang ada dalam masyarakat Hindu Bali. Teteapi bagi keluarga yang mampu mereka biasanya tidak akan menunggu lama untuk melaksanakan upacara ngaben ini. Untuk hari baiknya biasanya keluarga yang punya upacara terlebih dahulu menanyakan kepada pendeta kapan hari baik untuk melaksanakan upacara ngaben tersebut.
Rangkaian upacara ngaben ini dimulai dengan melakukan pemandian jenasah atau mungkin diganti dengan kayu cendana jika yang meninggal dikuburkan terlebih dahulu atau mungkin bahkan ada dengan mengambil kembali tulang orang yang sudah dikuburkan tersebut. Jenasah atau penggantinya tersebut didandani mengenakan pakaian selanjutnya dimasukkan ke peti atau bade dan kemudian diusung beramai-ramai menuju kuburan. Selanjutnya di kuburan jenasah dan bade tersebut dibakar dan abunya akan dikumpulkan kedalam buah kelapa gading untuk kemudian dilarung atau dihanyutkan ke sungai yang mengalir sampai ke laut, karena di laut merupakan tempat yang paling suci.

Jam Pelayanan :

Senin - Jumat : 09.00 - 17.00 Wita

Sabtu : 09.00 - 15.00 Wita

Tour Reservation

Reservation